November 17, 2015

Merasa Jadi Sapi Perah, Pengemudi Gojek akan Berdemo


Pengemudi Gojek di kawasan Jakarta dan sekitarnya berencana melakukan aksi protes di depan kantor Gojek, yang berada di Kemang, Jakarta Selatan. Alasannya, perusahaan pengelola aplikasi ojek online itu melakukan perubahan kebijakan penurunan tarif dan bonus.

Tarif jarak per kilometer yang sebelumnya adalah Rp 4.000 kini diubah menjadi Rp 3.000 per kilometer per 2 November 2015. Sementara bonus Rp 50.000 per hari yang sebelumnya didapat mitra pengemudi dari mengumpulkan lima poin, kini bisa didapat jika mengumpulkan delapan poin per hari.

"Dulu tarifnya empat ribu per kilometer, sekarang turun jadi tiga ribu. Kami merasa jadi sapi perah mereka saja," kata Jayadi, seorang pengemudi Gojek yang dihubungi CNN Indonesia, Selasa (3/11).

Tuntutan pengembalian tarif perkilometer, kata Jayadi akan menjadi tuntutan tunggal dalam demontrasi yang rencananya digelar sebelum jam makan siang. Pasalnya, penurunan tarif nyaris memangkas penghasilan 30 persen kepada para pengemudi.

"Biasanya dari Grogol ke Pulogadung Rp 92 ribu, sekarang Rp62 ribu saja, dan yang masuk saldo hanya Rp 30 ribuan. Kemungkinan (demo) jadi, soalnya banyak teman yang sudah siap, dan bahkan ada sweeping buat yang pake atribut Gojek," papar Jayadi.

Aksi ini, menurutnya ada di beberapa titik dan massa Gojek akan berkumpul menuju satu titik berdemonstrasi di kantor Gojek, Kemang, Jakarta Selatan.

Dari pantauan CNN Indonesia sekitar jam 11 siang hari ini, tak ada keramaian apa pun di kantor Gojek yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan.

Sejumlah pengemudi Gojek juga memutuskan tetap beroperasi hari ini untuk mengantar penumpang. Dari tiga pengemudi Gojek yang ditemui CNN Indonesia, mereka memilih untuk tetap beroperasi guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Kalau saya pilih tetap narik. Ya, namanya juga kerja buat kebutuhan. Saya belum menikah, tapi saya ada adik yang masih sekolah dan ibu saya," kata salah seorang pengemudi Gojek dari Depok yang enggan disebut namanya.

 Sejauh ini Gojek tetap menetapkan skema bagi hasil 80 persen untuk mitra pengemudi dan 20 persen untuk perusahaan Gojek. Pendapatan 20 persen dari setiap perjalanan per pengemudi ini dimanfaatkan Gojek untuk mengembangkan perusahaan dan memfasilitasi pengadaan masker, penutup rambut, sampai jaket dan helm pengemudi.

Di kawasan Jakarta dan sekitar, Gojek telah memiliki 100.000 mitra pengemudi dari total 200.000 mitra pengemudi di seluruh wilayah operasional mereka. Perusahaan memutuskan berhenti merekrut mitra pengemudi di Jakarta dan sekitarnya lantaran jumlahnya yang dinilai sudah cukup.

Saat ini, Gojek belum meraih untung dari layanan karena mereka punya kebijakan memberi subsidi kepada penumpang dan pengemudi. Pada jam tertentu penumpang cukup membayar Rp 15.000 dengan batas terjauh 25 kilometer, sementara layanan GoFood dan GoMart ditetapkan tarif datar Rp 10.000.

Pendiri sekaligus CEO Gojek, Nadiem Makarim mengatakan, subsidi yang mereka berikan merupakan bentuk investasi untuk menjaring banyak basis pengguna. Ia enggan mengungkap target untuk menjadikan Gojek menjadi perusahaan yang meraih untung.

Untuk mendanai operasional perusahaan, Gojek masih mengandalkan pendanaan dari investor yang salah satunya adalah Sequoia Capital pada pendanaan Seri C.

Sumber: www.cnnindonesia.com

Merasa Jadi Sapi Perah, Pengemudi Gojek akan Berdemo Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Tukang Ojek

 

Top