November 18, 2015

Supir Gojek : Udah deh, Yang Penting Tarif Balik Normal


Sejak server Gojek update versi 77 terjadi penurunan upah tanpa sepengetahuan para pekerja Gojek. Dari upah awal empat ribu per kilo meter, kini hanya tiga ribu rupiah.

"Sebenarnya para gojek cuma minta tarif dikembalikan normal, seperti biasa, empat ribu rupiah dan tak melakukan potongan tanpa sepengetahuan para driver," ujar Hasandi, salah satu driver gojek, pada Rabu (18/11). (BACA : PT Gojek Tidak Fair, Bakal Dilaporin Komnas HAM oleh Pengemudinya)

Ia merasa pemotongan sepihak ini tidak adil, tidak seharusnya perusahaan melakukan hal demikian. Jika sebelumnya ada upaya sosialisasi maupun diskusi dengan para driver, Hasandi masih memaklumi. Tapi ini, lanjutnya, sama sekali tidak ada informasi.

Tidak hanya berhenti pada penurunan upah, server gojek yang sering error menurut Hasandi sangat menghambat kerja dan merugikan. "Upah tiga ribu per kilo meter ini sudah sangat kecil. Ditambah lagi dengan jaringan server pusat yang sering error jadi deh para gojek mengeluh," tutur hasandi yang saat ini memakai jaket hitam.

Keluhan lain juga datang, karena tak adanya penjelasan dari pusat untuk para driver/gojek yang diberhentikan. Mereka hanya ditelepon untuk ke kantor dan mengembalikan helm serta jaket gojek. "Sudah hampir dua bulan ini, kira-kira ada 3000-5000 orang yang dipecat, dan mereka melakukan pemecatan tanpa alasan yang jelas," ungkap pria asal Depok ini.

Hal tersebut semakin membuat geram sebagian supir gojek tak tertahankan. Beberapa alasan itu yang memicu sebagian pengendara gojek berdemo di kantor pusat Gojek. "Dengan demo yang kemaren itu kita harapkan CEO gojek tidak tutup mata dan telinga serta mau memberikan solusi," ungkapnya penuh harap.

Pengemudi yang bergabung dengan Gojek pada umumnya akan dikenakan biaya potongan dari pendapatan untuk kredit perangkat ponsel, potongan untuk biaya atribut seperti helm, penutup wajah, sampai jaket, dan potongan untuk cicilan motor bagi mereka yang membeli motor dengan cara kredit lewat perusahaan Gojek.

Namun, para pengemudi ini berpendapat bahwa tak ada rincian yang detail terkait pemotongan pendapatan kendati sejak awal mereka telah diberi tahu biaya-biaya yang akan dikutip. “Pemotongan bisa dicek di deposit bahwa ada potongan sekian, namun tidak ada rincian yang jelas terkait untuk apa pemotongan dilakukan,” ungkap salah satu sopir Gojek.

Pemotongan yang dialami sopir Gojek bisa sebesar Rp 40 ribu setiap pekan, hingga Rp 150 ribu bagi mereka yang menyicil motor lewat Gojek. Besarnya cicilan sopir Gojek ini memang bervariasi. Untuk cicilan perangkat ponsel, misalnya, besarnya cicilan tergantung dari merek dan tipe ponsel. Begitu juga dengan jumlah cicilan motor.

Setiap sopir memiliki tanggung jawab melunasi cicilan dari gaji yang mereka raih setiap pekan. Namun sejauh ini, para pengemudi menilai perusahaan Gojek belum transparan terkait hal ini. Mereka juga mengaku tak mendapat informasi cicilan yang mereka jalani ini sudah sejauh mana.

Untuk atribut, contohnya, beberapa pengemudi mengaku belum mendapatkan atribut tetapi pihak Gojek melakukan pemotongan dari pendapatan. Sebelumnya pemotongan ini dilakukan setiap hari dengan rincian bervariasi bagi setiap sopir. Namun setelah ada penggantian sistem pada manajemen, pemotongan dilakukan tiap pekan.

“Dulu, pemotongan dilakukan setiap hari. Ada yang dipotong sebesar Rp 8 ribu, Rp 11 ribu, dan Rp 15 ribu. Sekarang, pemotongan dilakukan setiap akhir pekan. Minggu lalu, pemotongan dilakukan hari Sabtu. Rata-rata, cicilan akan lunas dalam waktu tiga bulan.,” tutur seorang mitra pengemudi Gojek yang enggan disebut namanya.

Sumber: www.monitorday.com

Supir Gojek : Udah deh, Yang Penting Tarif Balik Normal Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Tukang Ojek

 

Top